Bose Sport Earbuds

Ketahui 5 Perbedaan Yoga dan Pilates sebelum Menjalaninya

Jika dilihat dari jenis gerakannya, yoga dan pilates tampak seperti bentuk latihan yang sama. Perbedaan utamanya terletak pada tujuan akhirnya. Yoga lebih fokus ke meditasi dan pengelolaan stres, sedangkan pilates fokus pada inti tubuh, fleksibilitas, dan kekuatan sehingga menghasilkan otot yang lebih kuat. Untuk lebih jelasnya, mari simak lima perbedaan yoga dan pilates yang cocok dilakukan sambil mendengarkan musik pakai earphone Bluetooth terbaik berikut ini!

Asal muasal yoga dan pilates

Yoga merupakan disiplin holistik yang berasal dari India kuno. Filosofi India kuno yang sudah ada sejak ribuan tahun lalu ini dirancang sebagai jalan menuju pencerahan spiritual. Di zaman modern sekarang, yoga populer sebagai bentuk latihan yang lembut dan manajemen stres. Ada banyak jenis yoga yang pada dasarnya bergantung pada pose terstruktur (asana) yang dilakukan dengan kesadaran napas.

Sedangkan, pilates adalah sistem fisik khusus yang dirancang oleh ahli anatomi Jerman pada awal abad ke-20. Pada 1920-an, pelatih fisik Joseph Pilates memperkenalkan pilates ke Amerika sebagai cara membantu atlet dan penari yang cedera untuk kembali berolahraga dan menjaga kebugaran. 

Sejak itu, pilates disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat umum. Pilates membutuhkan konsentrasi dan fokus untuk menggerakkan tubuh melalui rentang gerakan yang tepat. Pilates memperpanjang dan meregangkan otot utama tubuh secara seimbang. Setiap latihan pilates memiliki penempatan, ritme, dan pola pernapasan tertentu.

Memiliki manfaat yang berbeda

Tujuan yoga adalah membangun kekuatan, kesadaran, dan keselarasan baik dalam pikiran maupun tubuh. Manfaatnya termasuk:

  • Sistem kardiovaskular (jantung dan arteri) – Asana adalah isometrik, artinya menahan ketegangan otot untuk waktu yang singkat sehingga meningkatkan kebugaran kardiovaskuler dan sirkulasi. Latihan yoga secara teratur dapat membantu menormalkan tekanan darah. 
  • Sistem pencernaan – Yoga meningkatkan sirkulasi darah dan mempercepat pencernaan yang lambat.
  • Muskuloskeletal – Persendian yang digerakkan melalui berbagai gerakan yoga mendorong mobilitas dan mengurangi tekanan. Peregangan melepaskan ketegangan otot dan sendi, kekakuan, serta meningkatkan fleksibilitas. Asana dapat mencegah osteoporosis dan membantu orang yang telah didiagnosis menderita osteoporosis (jika dilakukan dengan hati-hati di bawah pengawasan guru yoga yang berkualifikasi). Manfaat jangka panjang termasuk mengurangi nyeri punggung dan memperbaiki postur. 
  • Sistem saraf – Meningkatkan sirkulasi darah, meredakan ketegangan otot, dan memfokuskan pikiran pada pernapasan dapat menenangkan sistem saraf. Manfaat jangka panjang termasuk mengurangi stres, kecemasan dan kelelahan, konsentrasi dan tingkat energi yang lebih baik, serta meningkatkan perasaan tenang.

Sedangkan, pilates utamanya bertujuan meningkatkan fleksibilitas, kekuatan, dan keseimbangan tubuh. Manfaat pilates untuk kesehatan antara lain: 

  • Meningkatkan fleksibilitas dan kekuatan otot, terutama otot perut, punggung bawah, pinggul, dan bokong (otot inti tubuh).
  • Menyeimbangkan kekuatan otot di kedua sisi tubuh dan meningkatkan kontrol otot punggung dan anggota badan. 
  • Meningkatkan stabilitas tulang belakang dan mendukung postur yang lebih baik.
  • Rehabilitasi yang aman untuk cedera sendi dan tulang belakang, serta mencegah cedera yang berhubungan dengan ketidakseimbangan otot.
  • Meningkatkan koordinasi dan keseimbangan fisik serta mencegah cedera muskuloskeletal.
  • Relaksasi bahu, leher, dan punggung atas, meningkatkan konsentrasi dan kesadaran tubuh, serta mengelola stress.

Teknik pernapasan dalam yoga dan pilates

Latihan pernapasan yoga dan pilates menerapkan teknik yang berbeda. Yoga menggunakan teknik pernapasan dalam, sedangkan latihan pilates biasanya menggunakan pernapasan olahraga pada umumnya, yaitu menarik napas melalui hidung dan menghembuskannya melalui mulut.

Alat bantu olahraga

Yoga dan pilates sama-sama hanya membutuhkan sedikit alat bantu olahraga. Yoga utamanya dilakukan menggunakan matras yoga yang berfungsi mengurangi risiko tergelincir pada tangan dan kaki saat melakukan berbagai gerakan latihan.

Sedangkan, pilates biasanya menggunakan alat bantu lebih banyak, seperti pilates ring, pilates ball, block, atau resistance band ketika melakukan variasi gerakan pilates yang sedikit lebih rumit daripada yoga. Agar lebih menyenangkan, kamu juga bisa pakai earphone Bluetooth terbaik untuk mendengarkan musik favorit agar lebih semangat.

Metode latihan

Baik yoga maupun pilates menerapkan metode latihan yang fokus pada kesatuan tubuh dan pikiran. Perbedaan utamanya adalah yoga menambahkan elemen jiwa dan spiritualitas secara keseluruhan, terutama melalui meditasi. Sementara itu, pilates fokus pada hubungan antara tubuh dan pikiran, lalu membuat keduanya dapat membantu tubuh untuk beraktivitas lebih baik dalam kehidupan sehari-hari.

Olahraga akan makin semangat jika ditemani dengan musik. Namun, untuk yoga dan pilates yang mengutamakan tubuh rileks, lebih baik pilihlah musik dengan tempo yang lambat. Kamu juga bisa menggunakan earphone bluetooth terbaik khusus untuk olahraga dari Bose seperti Bose Sport Earbuds.Dilengkapi Stayhear Max Tips, Bose Sport Earbuds tidak akan terlepas dari kuping selama kamu melakukan berbagai gerakan yoga maupun pilates. Tersedia tiga ukuran eartips yang bisa disesuaikan dengan kebutuhan kamu. Salah satu earphone Bluetooth terbaik dari Bose ini juga telah tersertifikasi IPX4. Artinya, Bose Sport Earbuds bersifat tahan percikan air dan keringat sehingga akan tetap nyaman dipakai selama berolahraga. Dapatkan segera di sini!

Shopping Cart

No products in the cart.